Een Sukaesih, Sang Guru Qolbu, Pejuang dan Inspiratif itu telah tiada….Selamat Jalan Wak Een

Wak Een diundang SBY ke Istana Negara tahun 2013Dunia pendidikan tanah air berduka dengan meninggalnya salah seorang guru pejuang sekaligus inspiratif. Yupz…dialah Een Sukaesih. Wanita kelahiran Sumedang, 10 Agustus 1963 silam merupakan pelopor Rumah Pintar Al-Barokah yang telah berjasa memajukan pendidikan Indonesia. Dengan keterbatasan fisik yang dideritannya namun beliau mampu memberiksan sumbangsih yang begitu besar bagi lingkungannya dan Indonesia.

Wanita yang akrab dipanggil Wak Een ini meninggal dunia hari Jum’at (12/12) di ICU RSUD Sumedang setelah sebelumnya 4 hari kritis. Beliau dimakamkan hari Sabtu (13/12) dengan diiringi ratusan siswa SD, pejabat di sekitar Jawa Barat. Beliau dimakamkan di TPU Lio, yang berjarak sekitar 1 kilometer dari kediaman Een Sukaesih di usun Batu Karut RT 01/002, Desa Ciberuem Wetan, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Suasan menjadi lebih haru karena prosesi pemakaman diiringi lagu “Terima Kasih Guru”.

Sebelumnya banyak pejabat yang merasa kehilangan dengan tokoh pejuang ini. Mulai dari masyarakat di sekitar rumahnya, Ade Irawan Bupati Sumedang, Ahmad Heryawan Gubernur Jawa Barat hingga Presiden RI 2004-2014 Susilo Bambang Yuhdoyono (SBY). Bahkan SBY sempat bertemu dua kali yakni beliau mengundang ke Istana Negara pertengahan 2013 dan beliau mengunjungi ke rumah Wak Een pertengahan Februari 2014.

Een Sukaesih Sang Guru Qolbu dari SumedangEen Sukaesih menderita penyakit langka, remathoid artitis atau radang sendi ganas. penyakit itu yang membuat tubuhnya dari ujung kaki hingga lehernya lumpuhPenyakit ini dideritanya sejak berumur 18 tahun hingga akhir hayatnya. Wanita paruh baya ini sempat menimba ilmu di IKIP Bandung yang kini bernama UPI Bandung . Beliau selama 27 tahun terakhir ia harus menjalani hari-harinya di atas pembaringan tempat tidur namun begitu beliau tetap mengamalkan dan menularkan ilmunya kepada anak-anak sekolah di sekitar lingkungannya. Bahkan anak didiknya ada yang menjadi juara kelas

Banyak penghargaan yang diterima Wak Een diantaranya beasiswa dari Yayasan Supersemar, Penghargaan khusus bidang pengabdian masyarakat dan kemanusiaan Liputan 6 Awards serta Penghargaan Anugerah Sepanjang Hayat dari jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Pendidikan Indonesia (dulu IKIP Bandung). Selain itu Wak Een oleh Prof. Moh. Surya dari UPI Bandung disebut sebagai guru kalbu.

Mengutip kompasianer, Idris Apandi terdapat 7 karakteristik Guru Kalbu.

Ada ada tujuh karakteristik yang menjadi sumber bagi terwujudnya guru kalbu. Pertama, faith atau keyakinan yang sunguh-sungguh difahami, dihayati, dan diamalkan dalam keseluruhan perilakunya sebagai guru. kedua, truth atau kebenaran yang bersumber dari kebenaran agama, budaya, keilmuan, dan sebagainya yang dijadikan landasan dalam keseluruhan pikiran dan tindakan. Ketiga, compassion atau keharusan rasa, yang akan menjadi tali ikatan batin emosional antara dirinya sebagai pendidik dengan peserta didik.

Keempat, humility atau sikap rendah hati, yaitu sikap untuk secara ikhlas menjadikan dirinya semata-mata hamba Allah dan melaksanakan tugasnya semata-mata sebagai wujud ibadah kepada Allah SWT. Kelima, love atau cinta kasih, sebagai fondasi hubungan pedagogis antara pendidik dan peserta didik. Keenam, gratitude atau bersyukur, yaitu senantiasa mensyukuri apa yang telah terjadi pada dirinya. Dan ketujuh, integration atau keutuhan diri, yang diwujudkan dalam keseluruhan perilaku sebagai cerminan keutuhan kepribadian.

Selamat jalan sang guru kalbu, pejuang dan inspiratif…Semoga semangat, ketulusan, dan kegigihanmu dalam dunia pendidikan akan terus membekas, dan menjadi inspirasi pada generasi setelahmu. Semoga damai di alam sana dalam dekapan Ilahi Rabbi.

Selamat jalan Wak Een….

*dirangkum dari berbagai sumber

Iklan

5 responses to “Een Sukaesih, Sang Guru Qolbu, Pejuang dan Inspiratif itu telah tiada….Selamat Jalan Wak Een

  1. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi-Nya.
    aaamiin..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s